Tahan Tangis, Tsania Marwa Rindu Anak-Anaknya !!!

Setelah kejadian yang diterpa oleh keluarga Tsania Marwa dengan mantan suaminya Atalrik Syach, hal ini pastinya didengar oleh anak-anak mereka. Rasa haru yang dirasakan oleh Tsania kepada anak-anaknya harus disimpan dengan kuat didalam hatinya.
Perasaan wanita memang sensitif, tapi ada kalanya harus bisa sabar dan tabah menghadapinya. Seperti Tsania kepa anak-anaknya dia harus menajadi wanita yang kuat dipandangan anak-anaknya meskipun rasa sakit didalam hatinya terus berkelanjutan.
"Iya, pastinya saya haru banget. Tapi disini saya sudah belajar kuat, sebisa mungkin tidak menangis didepan anak. Saya menangis didepan Sabira dan Syarif pas saya pelukan sama mama Teta itu Sabira sudah bisa nanya 'mama kok nangis?' disitu saya nganggap kalau anak saya sudah ngerti nih kalau nangis itu artinya sedih. Di situ saya langsung kontrol diri saya enggak mau emosional didepan anak-anak, setelah ketemu pasti emosional," ucap Tsania.
Perasaan wanita memang sensitif, tapi ada kalanya harus bisa sabar dan tabah menghadapinya. Seperti Tsania kepa anak-anaknya dia harus menajadi wanita yang kuat dipandangan anak-anaknya meskipun rasa sakit didalam hatinya terus berkelanjutan.
"Iya, pastinya saya haru banget. Tapi disini saya sudah belajar kuat, sebisa mungkin tidak menangis didepan anak. Saya menangis didepan Sabira dan Syarif pas saya pelukan sama mama Teta itu Sabira sudah bisa nanya 'mama kok nangis?' disitu saya nganggap kalau anak saya sudah ngerti nih kalau nangis itu artinya sedih. Di situ saya langsung kontrol diri saya enggak mau emosional didepan anak-anak, setelah ketemu pasti emosional," ucap Tsania.

Dalam kenyataanya yang memang harus dilanda sedih, Tsania juga mendapatkan hikmah bahwa orang tua dia sangat bersyukur karena Tsania bisa keluar dari tempat mantan suaminya, dia hanya berharap bisa bertemu dengan anak-anaknya meskipun kasus masih lanjut.
"Orang tua saya mungkin sangat bersyukur saat mendengar saya bisa keluar dari sana dengan selamat. Walaupun terjadi perselisihan yah orang tua saya juga memahami kondisi saya yang sudah terlalu rindu sama anak-anak. Jadi ya sudah dia hanya berharap kedepannya semua jadi lebih baik dan bisa berkumpul lagi sama anak-anak," tutupnya.
"Orang tua saya mungkin sangat bersyukur saat mendengar saya bisa keluar dari sana dengan selamat. Walaupun terjadi perselisihan yah orang tua saya juga memahami kondisi saya yang sudah terlalu rindu sama anak-anak. Jadi ya sudah dia hanya berharap kedepannya semua jadi lebih baik dan bisa berkumpul lagi sama anak-anak," tutupnya.

